Welcome, visitor! [ Register | Login

About cummingsjonasson85

Description

Final Asia Pacific Predator League Ditunda
Wabah Covid-19 belum kunjung terlihat ujungnya. Meniru ini tidak cuma berimbas pada sektor ekonomi, seperti yang acap kali dibicarakan media. Dunia Esports Indonesia ikut menikmati kesusahannya selama pandemi virus ini masih bergulir bahkan di hampir segala dunia. Salah satu dampak yang terjadi di dunia Esports Tanah Air sampai mancanegara merupakan penundaan cara kerja kancah final dari kompetisi bergengsi Esports. Final Asia Pacific Predator League harus ditunda sampai tahun depan.

Ya, persaingan bergengsi Esports dengan skala internasional ini diumumkan akan ditunda pengerjaan finalnya, setidaknya sampai bulan April atau Juni pada tahun 2021. Seperti yang diumumkan pihak penyelenggara, yaitu Acer, situasi saat ini sungguh-sungguh tak memungkinkan untuk menggelar persaingan final sebab akan mengundang banyak orang dari kalangan peserta, staf, sampai penonton. https://esportsku.com pengunduran, nantinya ajang final kompetisi ini akan tetap dikerjakan di Filipina.

Perlu dikenal, Acer menunda progres acara hal yang demikian dengan banyak pertimbangan. Tapi, keputusan penundaan acara hal yang demikian utamanya didasarkan pada faktor kesehatan dan keselamatan yang lebih dipentingkan untuk seluruh pihak, mulai dari penyelenggara hingga peserta. Informasi pantasnya, regu-tim yang sebelumnya sudah memenuhi kualifikasi untuk berlomba, termasuk tim Esports Indonesia, tetap akan diundang dan diberitahukan jadwal selengkapnya untuk arena final acara ini pada tahun 2021 akan datang.

Lebih lanjut, Presiden Operasional Acer kawasan Asia Pasifik, menegaskan, gelanggang tersebut bukan dibatalkan, namun hanya ditunda. Mencontoh ini diungkapkan karena Acer masih berjanji untuk memberi wadah yang kondusif dan suportif untuk para aktivis kelompok sosial gaming dan para gamer itu sendiri. Jadi, selama masa darurat Covid-19 masih berlangsung hampir di semua belahan bumi, persaingan yang telah memasuki babak final ini diundur sampai tahun depan demi kepentingan bersama.

Sebagai kabar, Asia Pacific Predator League pertama kali diadakan di Jakarta pada tahun 2018 lalu. Acara ini diinisiasi sebagai format apresiasi merek Esports, Predator, dalam menyokong industri game online. Seri kedua dari acara ini digelar di Bangkok, Thailand, dengan catatan lebih dari 10.000 penonton pula yang bergabung secara online. Di tahun ini, setidaknya 20.000 tiket terjual untuk bangku penonton di Manila, Filipina. Sebanyak 17 negara mengikuti arena ini, sementara Indonesia mengirimkan dua wakil di pentas Esports se-Asia Pasifik itu, atas nama BOOM Esports dan Victim Rise.

Meski pengumuman penundaan arena final ini, pihak penyelenggara lantas menyesuaikan nama acara, menjadi Asia Pacific Predator League 2020/2021. Sedangkan diundur, nantinya kontestan yang telah legal diungkapkan bergabung akan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jadwal baru yang akan dibentuk, sementara penggemar bisa terus mencontoh informasinya di media Esports Indonesia ini, atau akun media sosial acara hal yang demikian.

Sorry, no listings were found.